Ahli Nutrisi dan Pencernaan Ternak Fakultas Peternakan IPB, Prof Toto Toharmat mengemukakan, bahwa walaupun belum ada penelitian secara detail terkait dengan proses pencernaan hean Luwak terhadap biji kopi yang di konsumsinya, yang mana menghasilkan Kopi Luwak Asli dengan kualitas terbaik dan cita rasa aroma yang enak serta memberikan nilai harga yang cukup tinggi dipasaran .

Profesor Toto mengemukakan, bahwa monogastrik hewan mamalia / menyusui, pada saat makanan di cerna didalam perut, tidak akan membuat makanan tersebut langsung hancur tercerna, seperti halnya hewan mamalia seperti sapi. Apabila biji kopi di konsumsi oleh sapi, tentu akan segera hancur pada saat masuk ke dalam usus halus dan usus besar, tetapi pada kasus binatang luwak, saat mencerna biji kopi, hanya pada bagian kulit luar / daging luar kulit ari biji kopi saja yang tercerna dan hancur, sehingga pada saat masuk usus besar dan usus halus, biji kopi tersebut masih utuh dan terjaga kondisinya. Pada saat proses biji kopi tersimpan sementara di dalam usus besar, bagian cangkang kopi tersebut melindungi daging biji kopi bagian dalam dari pada kotoran sisa makanan lain yang dikonsumsi oleh luwak ( feses ). Pada saat terjadi proses pencernaan selama beberapa jam didalam usus besar ini, Luwak mengeluarkan enzim-enzim yang berguna selama proses pencernaan dan sekaligus berlangsung pula proses fermentasi terhadap biji kopi tersebut. Itu sebabnya biji kopi Luwak hasil fermentasi hewan luwak memilik aroma harum khas yang tidak bisa tergantikan oleh proses pembuatan kopi oleh mesin.

kopi luwak indonesia civet poop civetto.coffee.com  Proses Fermentasi Biji Kopi oleh Luwak / Musang

Proses pencernaan yang dilakukan oleh hewan musang/luwak ini sebenarnya sama dengan proses pencernaan pada manusia. Hanya saja pada manusia, sehubungan dengan aneka ragam makanan yang dikonsumsi oleh manusia, menyebabkan kotoran yang di keluarkan lebih banyak dan lebih bervariant, serta usus besar manusia mampu mencerna lebih halus sisa makanan yang dikeluarkan sebagai kotoran / feces.

Jadi hal yang Utama menjadi perbedaan proses pengolahan Kopi Luwak dengan pengolahan kopi secara biasa hanya karena adanya proses fermentasi dan pengeraman didalam usus besar hewan luwak ini selama beberapa jam.

kopi luwak indonesia civetto.coffee.com  Proses Fermentasi Biji Kopi oleh Luwak / Musang

Hewan Luwak hanya mengkonsumsi Biji kopi berkualitas yang sudah matang

Perbedaan lain adalah, hewan luwak mampu membedakan biji kopi segar yang sudah matang dan berkualitas, sedangkan proses pengolahan kopi secara biasa, biasanya dilakukan secara massal dengan jumlah yang besar dan ada kemungkinan bercampur dengan biji kopi yang belum layak panen ( biji kopi yang masih muda / belum matang ), biji kopi yang belum kering benar, maupun biji kopi kopong ( biji kopi yang gagal memenuhi kebutuhan nutrisinya sendiri ).
(source: poskota.co.id)

Dapatkan Biji Kopi Luwak terbaik hanya di www.kopiluwakindonesia.org